Merawat Alam di Obi

View this post on Instagram A post shared by Harita Nickel (@harita.nickel)

Slag Nikel

View this post on Instagram A post shared by Harita Nickel (@harita.nickel)

Kobalt Elektrolitik

View this post on Instagram A post shared by Harita Nickel (@harita.nickel)

Kolaborasi Harmonis

View this post on Instagram A post shared by Harita Nickel (@harita.nickel)

Usaha Harita Nickel, Produsen Nikel Nomor 1 Dunia Jaga Harmoni Hilirisasi Indonesia

Usaha Harita Nickel, Produsen Nikel Nomor 1 Dunia Jaga Harmoni Hilirisasi Indonesia

Harita Nickel, produsen nikel terbesar dunia yang beroperasi di Pulau Obi, Maluku Utara, berupaya menjaga keseimbangan antara industrialisasi, lingkungan, dan sosial masyarakat lokal.

Dengan 23 ribu karyawan (15% di antaranya tenaga kerja Tiongkok), Harita mengelola pertambangan dan pabrik nikel yang menghasilkan produk bernilai tinggi seperti Nickel Sulfate, Cobalt Sulfate, MHP, dan Ferronickel.

Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), Harita menghadapi tantangan reklamasi tambang, pengendalian pencemaran air, serta integrasi sosial budaya.

Perusahaan memindahkan 70% warga Desa Kawasi ke kawasan baru dengan fasilitas modern, memberi dukungan UMKM (contohnya keripik pisang “Howari”)

Menanam Harapan di Sekitar Tambang

Menanam Harapan di Sekitar Tambang

Kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat kini menjadi salah satu kunci menghadirkan pangan yang berkelanjutan, termasuk di wilayah sekitar tambang. Dengan dukungan yang tepat, petani mampu mendongkrak produktivitas padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. Lebih dari sekadar bantuan, sinergi tersebut juga dapat membuka ruang pemberdayaan ekonomi desa.

Ketika Pertanian Rakyat Berdampingan dengan Industri Nikel

Ketika Pertanian Rakyat Berdampingan dengan Industri Nikel

Di Desa Buton, Pulau Obi, pertanian dan industri nikel saling mendukung. Petani lokal, Darwan Aduhasan, memimpin inisiatif pertanian berkelanjutan dengan dukungan Harita Nickel, meningkatkan produktivitas dan menarik generasi muda ke sektor pertanian.