Area Reklamasi Harita Nikel
Air dan Tambang, Mewujudkan Keberlanjutan Tambang Nikel Indonesia

AIR adalah sumber kehidupan sejak peradaban manusia lahir. Ribuan tahun lalu, di tepi sungai, manusia telah memulai membangun permukiman. Dari aliran air, lahir pertanian, perdagangan, dan kebudayaan.
Usaha Harita Nickel, Produsen Nikel Nomor 1 Dunia Jaga Harmoni Hilirisasi Indonesia

Harita Nickel, produsen nikel terbesar dunia yang beroperasi di Pulau Obi, Maluku Utara, berupaya menjaga keseimbangan antara industrialisasi, lingkungan, dan sosial masyarakat lokal.
Dengan 23 ribu karyawan (15% di antaranya tenaga kerja Tiongkok), Harita mengelola pertambangan dan pabrik nikel yang menghasilkan produk bernilai tinggi seperti Nickel Sulfate, Cobalt Sulfate, MHP, dan Ferronickel.
Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), Harita menghadapi tantangan reklamasi tambang, pengendalian pencemaran air, serta integrasi sosial budaya.
Perusahaan memindahkan 70% warga Desa Kawasi ke kawasan baru dengan fasilitas modern, memberi dukungan UMKM (contohnya keripik pisang “Howari”)
Ketika Pertanian Rakyat Berdampingan dengan Industri Nikel

Di Desa Buton, Pulau Obi, pertanian dan industri nikel saling mendukung. Petani lokal, Darwan Aduhasan, memimpin inisiatif pertanian berkelanjutan dengan dukungan Harita Nickel, meningkatkan produktivitas dan menarik generasi muda ke sektor pertanian.